PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SURABAYA DI MASA PANDEMI – Editorial

Download Artikel

Perpustakaan merupakan salah satu organisasi yang terdapak selama pandemi Covid 19, namun demikian perpustakaan harus tetap eksis dan bermanfaat bagi pemustakanya. Berbagai inovasi dan modifikasi layanan, koleksi dan fasilitas telah disesuaikan oleh perpustakaan Ubaya dalam mendukung study from home.  ‘Wajah baru’ perpustakaan Universitas Surabaya (Ubaya) telah memberikan dampak yang signifikan terhadap jumlah pemanfaatan pemustaka  melalui kunjungan perpustakaan. Tidak hanya warga Ubaya yang dibuat kagum dengan ‘wajah baru’ perpustakaan, melainkan juga masyarakat luas. Perpustakaan Ubaya kini sering penuh oleh aktivitas mahasiswa dan dosen, mereka menemukan kenyamanan ketika belajar dan beraktivitas lain di perpustakaan. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Lasi, et.al. (2019) menyatakan bahwa pemustaka merasa senang dengan redesain ruang perpustakaan saat ini sehingga meningkatkan antusiasme untuk berkunjung, belajar serta mencari informasi di perpustakaan. Continue reading “PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SURABAYA DI MASA PANDEMI – Editorial”

52

OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA LAYANAN DAN PROMOSI DI PERPUSTAKAAN UBAYA Oleh : Achmad Basori

Download Artikel

Latar Belakang

Fungsi perpustakaan sesuai amanat UU No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, yaitu sebagai wahana pendidikan, penelitian, informasi, pelestarian, dan rekreasi, yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Dapat dikatakan, perpustakaan berperan sebagai pusat belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat. Layanan perpustakaan yang umumnya dimanfaatkan oleh pemustaka di antaranya layanan sirkulasi dan referensi, biasanya diakses secara langsung dengan mendatangi gedung perpustakaan. Namun, saat pandemi sekarang ini, dengan berbagai keterbatasan, perpustakaan dituntut untuk berinovasi dalam melayani pemustaka agar tetap dapat memberikan layanan prima sebagaimana kondisi normal. “Setelah pandemi, semuanya berubah,” dunia saat ini sedang mengalami kekacauan akibat adanya pandemi yaitu Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, sebuah virus jenis baru berasal dari China, karena pandemi tersebut masyarakat dihimbau untuk melakukan social distancing dan physical distancing yang mengakibatkan masyarakat harus berada di rumah terus-menerus dan dilarang berdekatan satu sama lain. Sehingga masyarakat khususnya pekerja dan mahasiswa mau tidak mau harus melakukan kegiatan melalui online atau Work from Home (WfH). Lembaga internasional di bidang perpustakaan yaitu IFLA (International Federation of Library Associations) telah mengeluarkan pedoman bagi perpustakaan seluruh dunia untuk bisa memberikan layanan selama masa pandemi berlangsung (IFLA, 2020). Continue reading “OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA LAYANAN DAN PROMOSI DI PERPUSTAKAAN UBAYA Oleh : Achmad Basori”

48

MENURUNKAN TINGKAT PLAGIARISME DALAM TURNITIN APAKAH SUSAH? Oleh : Eko Setiawan

Download Artikel

Setiap mahasiswa pasti merasakan kesulitan dalam proses membuat karya tulis. Hal ini diakibatkan karena selalu karya tulis selalu terdeteksi plagiat oleh aplikasi program yang bernama Turnitin. Saat mencoba menurunkan persentase, hal yang terjadi malah membuat persentase semakin tinggi. Kira-kira apa yang membuat persentase plagiasi yang di cek susah turun? Lalu bagaimana cara mengakalinya ya?

Sebelumnya kita harus memahami apa itu Turnitin dan apa fungsinya.

Turnitin adalah suatu program yang berfungsi untuk cek plagiarisme suatu karya tulis. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Plagiarisme didefinisikan sebagai kegiatan penjiplakan karya tulis. Turnitin memiliki algoritma pencaruan untuk membandingkan kemiripan sebuah karya tulis dengan karya tulis yang telah dipublikasikan dan telah beredar. Turnitin melakukan pengecekan kemiripan suatu dokumen dengan melakukan perbandingan dengan artikel, jurnal, buku, dan referensi lain yang bersumber dari internet maupun database masing-masing instansi. Continue reading “MENURUNKAN TINGKAT PLAGIARISME DALAM TURNITIN APAKAH SUSAH? Oleh : Eko Setiawan”

52

INOVASI PERPUSTAKAAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN DAN PENELITIAN Oleh : Amirul Ulum, M.IP.

Download Artikel

Inovasi merupakan kata kunci bagi suatu organisasi untuk terus tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan, sebagaimana perpustakaan yang disampaikan oleh Ranganathan sebagai suatu growing organism (Five Laws of Library Science, 1931). Dengan melakukan inovasi berarti sebuah organisasi selalu mengedepankan adanya evaluasi, keberlangsungan dan pencapaian yang lebih dari apa yang telah ditetapkan dalam sasaran dan tujuan organisasi. Pada tahun SPP 2020-2021, Perpustakaan mengambil bagian dalam kompetisi Hibah Program Inovasi dengan topik Pemanfaatan Open Educational Resources Untuk Peningkatan Kompetisi Literasi Dalam Pembelajaran Dan Penelitian. Setelah melalui proses review dan evaluasi, akhirnya perpustakaan dapat berhasil menjadi salah satu program inovasi yang dibiayai oleh universitas selama tahun anggaran 2020-2021. Aktifitas ini dilaksanakan dengan koordinasi direktorat terkait, yaitu Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran (PPKP) serta Direktorat Sistem Informasi Manajemen (SIM). Continue reading “INOVASI PERPUSTAKAAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN DAN PENELITIAN Oleh : Amirul Ulum, M.IP.”

57

LIBRARY COACHING SERIES : PENINGKATAN LITERASI INFORMASI BAGI CIVITAS AKADEMIKA Oleh : Kristina

Download Artikel

Pendahuluan

Era informasi ditandai dengan besarnya jumlah informasi yang ada serta kemudahan aksesnya, terutama melalui internet. Informasi tersebut tentunya memberikan banyak manfaat terutama dalam bidang pendidikan. Perguruan tinggi yang sangat membutuhkan informasi ilmiah guna mendukung kegiatan Tri Dharma yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena tingginya kebutuhan informasi ilmiah oleh sivitas akademika di perguruan tinggi, maka diperlukan suatu keterampilan untuk dapat memilih informasi tersebut agar dapat digunakan secara efektif, efisien serta etis. Keterampilan seseorang dalam mengakses dan memilih informasi pada dasarnya sudah dimiliki oleh seseorang namun dengan tingkatan yang berbeda. Prasetyo, et. al. (2017) mengutarakan seseorang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam mendapatkan informasi, sehingga hal ini akan menentukan hasil analisis informasi serta produk informasi yang dihasilkan. Continue reading “LIBRARY COACHING SERIES : PENINGKATAN LITERASI INFORMASI BAGI CIVITAS AKADEMIKA Oleh : Kristina”

54