Disruptive Technology

Rhenald Kasali memprediksi bahwa profesi Pustakawan merupakan salah satu profesi yang bakal hilang dalam dua puluh tahun kedepan sebagai dampak dari disrupsi teknologi (Disruption Technology). Keberadaan pustakawan yang identik dengan perpustakaan juga mulai banyak tergantikan dengan hadirnya produk dan jasa yang berbasis teknologi informasi. Produk dan jasa tersebut merupakan core value dari perpustakaan yang selama ini menjadi proses kinerja dan luaran untuk melayani pemustaka. Pertanyaan mengenai apakah pemustaka masih memerlukan perpustakaan memang bisa menjadi kenyataan. Pada era saat ini, mulai dari koleksi, layanan dan fasilitas perpustakaan telah terdapat padanan yang serupa bahkan lebih canggih dimana mereka tidak menyebut sebagai perpustakaan.

Perubahan ini tentu tidak dapat dipandang dengan sebelah mata, baik oleh perpustakaan secara manajemen maupun pustakawan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan penyediaan informasi. Setidaknya terdapat 5 pendekatan yang disampaikan oleh Steve Denning, yang pertama, bagaimana perpustakaan dapat menyenangkan pemustaka, kedua, bagaimana perpustakaan dapat mewujudkan inovasi yang berkelanjutan; ketiga, Apa yang dapat dilakukan oleh perpustakaan agar lebih baik, lebih cepat, lebih murah, lebih mobile, lebih nyaman bagi pemustaka secara personal; keempat, perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan yang belum pernah dipikirkan oleh pemustaka; kelima, Apa saja yang telah dilakukan oleh perpustakaan dan sangat disukai oleh pemustaka. Dengan melakukan kelima pendekatan tersebut dan tetap memperhatikan perubahan lingkungan yang terjadi, maka perpustakaan dan pustakawan akan dapat eksis serta tetap dibutuhkan oleh pemustaka.

Pendekatan tersebut akan merujuk pada tantangan dan peluang bagi perpustakaan dan pustakawan untuk tetap eksis dan menjadi terlibat dalam perubahan tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka Dies Natalis Universitas Surabaya ke-50, Perpustakaan Universitas Surabaya menyelenggarakan Seminar dan Call for Papers dengan tema “Disruptive Technology : Opportunities and Challenges for Libraries and Librarians

Tujuan Kegiatan

  1. Memberikan wawasan dengan menggali informasi perkembangan terbaru dalam dunia perpustakaan, informasi, teknologi informasi yang bermanfaat bagi pemustaka
  2. Mengetahui peluang, dan tantangan bagi perpustakaan dan pustakawan terhadap perubahan teknologi informasi yang cenderung menghancurkan teknologi sebelumnya
  3. Menggali potensi bagi perpustakaan dan pustakawan sebagai antisipasi berkurangnya peran perpustakaan dan pustakawan sebagai dampak disruptive technology.

Peserta

Peserta kegiatan terdiri dari:  Pimpinan/Pengelola Perpustakaan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Khusus, Umum); Pustakawan (Perguruan Tinggi, Sekolah, Khusus, Umum), record specialist, TI dan Arsiparis; Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Ilmu Komputer dan Arsip; Peneliti dan Tenaga Pendidik (Dosen) bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi; Masyarakat Umum Pemerhati Bidang Perpustakaan dan Informasi

 

Seminar dan CfP terselenggara dengan dukungan :

              

 

Mitra Kerjasama :

 

                   

Media Partner Seminar :